
Usaha mikro kecil dan menengah yang biasa disebut UMKM merupakan pelaku bisnis yang bergerak di berbagai bidang usaha, yang dirintis mulai dari bawah oleh masyarakat Indonesia. Di Indonesia, UMKM saat ini dianggap sebagai cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan. Banyak komunitas bisnis yang mengajak masyarakat untuk menjadi wirausaha.
Banyak pengusaha kecil dan menengah yang tidak membuat business plan atau rancangan usaha untuk UMKM-nya. Alasannya, business plan terlalu rumit dan tidak cocok untuk usaha kecil, hanya dilakukan oleh usaha besar. Sesungguhnya ini salah kaprah. Business plan (rancangan usaha) merupakan kerangka acuan jangka panjang dan jangka pendek sebuah usaha.
Lalu apa sih sebenarnya Business Plan itu dan Apa Tujuannya?
Business Plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha (UMKM) yang didalamnya memiliki semacam panduan dan petunjuk jalan yang akan memudahkan dan memberi arahan kepada pelaku UMKM agar lebih fokus dalam menjalankan usaha.
Tujuan Business Plan sebenarnya adalah sebagai jembatan antara ide dan kenyataan, dan gambaran jelas dari apa yang hendak dilakukan oleh UMKM tersebut. Selain itu Anda bisa memberikan business plan tersebut kepada calon investor untuk mendapatkan bantuan dana.
Berikut beberapa tips atau langkah untuk membuat rencana bisnis UMKM agar semakin terarah dan maju.
- Memahami Bisnis / usaha yang akan dijalankan
Dalam membuat business plan, ada beberapa perencanaan awal yang harus disiapkan, yaitu mengenai produk apa yang ingin dibuat, mengapa produk itu dibuat, siapa pasar atau pembelinya, kapan produk itu harus dibuat, dimana produk itu dibuat atau dimana produk akan dilakukan dan terakhir adalah bagaimana membuat produk tersebut.
Jangan anggap remeh dengan mengatakan semua perencanaan diatas bisa diingat di kepala. Jika Anda masih melakukan ini, maka Anda sudah mengarahkan bisnis Anda ke tujuan dimana bisnis tersebut tidak akan berkembang.
- Tentukan Tujuan Bisnis / usaha yang dijalankan
Tujuan disini maksudnya dengan melihat segala potensi yang ada atau singkatnya tujuan yang secara rasional dapat diraih (terukur). Anda selaku pemilik UMKM harus bisa mengidentifikasikan rencana penjualan dan pangsa pasar yang ingin diraih. Bagaimana gambaran permintaan dan penawaran terhadap produk yang Anda jual. Sementara itu, dalam hal pemasaran membahas bagaimana rencana Anda untuk memasarkan produk UMKM Anda. Oleh karena itu, dalam hal ini harga produk, promosi, proses, dan placement product harus ada dan dirinci.
Sehingga nantinya, Anda bisa menentukan berapa besaran omset yang akan diraih. Dengan begini, Anda akan fokus untuk meraih tujuan bisnis Anda di tahun tertentu yang sudah Anda tulis. Serta anda juga akan terhindar dari hal-hal yang bersifat sia-sia.
- Buat alat ukur guna mencapai tujuan
Jika sudah membuat goal atau tujuan, langkah selanjutnya yaitu membuat alat ukur. Alat ukur disini semacam perkembangan positif yang menunjukkan bahwa tujuan Anda sudah tercapai. Kuncinya adalah dengan membuat tujuan yang rasional. Anda bisa membuat alat ukur dengan melihat omset penjualan atau penghasilan periode sebelumnya dengan periode saat ini. Jika selisih omset antar bulan lalu dan bulan sekarang sebesar angka X, maka selanjutnya Anda bisa melihat bahwa potensi untuk mendapatkan nominal omset sebesar angka Y juga bisa tercapai.
- Tulis segala hal yang akan dilakukan untuk meraih tujuan
Anda harus menuliskan bagaimana rencana memproduksi barang atau produk UMKM Anda. Yang harus ada, misalnya bahan baku dan peralatan, kapasitas produksi, tanah dan bangunan, sarana penunjang, tenaga produksi, dan tahapan proses produksi. jika Anda memiliki produk atau jasa lebih dari satu Anda tidak perlu ragu menjabarkan satu persatu. Karena analisa produk ini mengharuskan Anda menjelaskan secara detail bagaimana produk Anda nanti akan dibuat dan pencarian bahan baku.
Anda harus menulis bagaimana struktur manajemen dari bisnis Anda, seperti jumlah karyawan yang dibutuhkan, sistem penggajian, kekuatan manajemen sampai kelemahan dari menajemen yang dimiliki sekarang.
Anda juga harus menulis bagaimana kondisi keuangan perusahaan Anda saat ini atau proyeksi keuangan di masa depan. Mulai dari perkiraan pendapatan, modal yang dimiliki saat ini, besar dana yang harus dibutuhkan serta biaya operasional sehari-hari.
Rencana kegiatan ini dapat dirinci dari tindakan perbulan menjadi per hari. Akan terlihat membosankan ketika setiap hari selalu diingatkan dengan rencana bisnis Anda, tapi inilah bukti keseriusan Anda.
Nah, itu tadi cara membuat business plan bagi UMKM. Tetaplah disiplin dan nikmati apa yang sudah Anda kerjakan di masa sekarang untuk masa depan.
Salam Sukses !