Telkom Dukung UKM Program Wonderful Startup Academy

JAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mendukung pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bidang pariwisata oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar) dengan program Wonderful Startup Academy.

“Kami mendukung Wonderful Startup Academy dimana Indigo Creative Nation (ICN) diminta untuk membantu pembinaan digital startup dari  ecosystem tourism,” ungkap Deputy EGM Divisi Digital Service Telkom Ery Punta dalam pesan singkatnya kepada IndoTelko, kemarin.

Diungkapkannya, bentuk dukungan yang dikerahkan ICN ada beberapa dalam program tersebut. Pertama, mengarahkan startup binaan ICN  yang berhubungan dengan tourism untuk ikut membangun ekosistem pariwisata.

“Kedua, kurikulum yang dikembangkan Indigo akan diadopsi dalam program Wonderfull Startup Academy. Ini sama dengan pola  kita mendukung fintech accelerator yang dijalankan salah satu bank terbesar di Indonesia. Semua ini menegaskan ICN sebagai salah satu platform accelerator terpercaya untuk pengembangan startup nasional,” tukasnya.

Sebelumnya,  dalam event Wonderful Wow Night, Kemenpar meresmikan Wonderful Startup Academy. Di mana startup bidang pariwisata yang dibuat oleh anak muda dari sejumlah daerah di Indonesia, yang nantinya dapat merangkul banyak UKM lokal, akan diberi pelatihan dan modal.

“Intinya begini, kita punya banyak koperasi dan UKM total lebih dari 50 juta. Untuk mengelola yang banyak ini tidak mungkin dengan cara biasa. Poin utamanya koperasi ini ingin kita kelola secara korporasi seperti perusahaan besar,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Wonderful Startup Academy ini dibentuk atas kerjasama Kemenpar, Kementerian Koperasi dan UKM, MarkPlus serta Telkom.  Sudah ada 10 tim yang memulai startup dan akan dibina mulai Januari higga September 2017 mendatang.

Asal tahu saja, Indonesia memang tengah getol membangun ekonomi kreatif.  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah  bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik meluncurkan data statistik ekonomi kreatif 2016. Data tersebut terdiri dari data makro ekonomi kreatif, yang meliputi produk domestik bruto, tenaga kerja, ekspor. Selain itu, ada juga data hasil survei khusus ekonomi kreatif.

Bekraf mendapat amanat presiden untuk mendorong pertumbuhan PDB ekonomi kreatif mencapai 6,75%, dengan serapan tenaga kerja sebesar 17 juta orang, serta nilai ekspor produk kreatif mencapai angka US$21,5 miliar pada tahun 2019.

Dalam kurun waktu 2010-2015, besaran PDB ekonomi kreatif telah mengalami kenaikan signifikan dari Rp525,96 triliun menjadi Rp852,24 triliun pada 2015, atau meningkat rata-rata sebesar 10,14% per tahun. Kemudian, serapan tenaga kerja selama lima tahun dari ekonomi kreatif ini sebesar 15,9 juta orang.

Angka-angka tersebut disokong oleh tiga sub sektor dominan, yaitu kuliner, fesyen, dan kriya. Nilai tersebut memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional berkisar 7,38%  sampai 7,66%.

(***)

Sumber: http://www.indotelko.com 

CEO Telkom Group Tinjau Kesiapan Rumah Kreatif BUMN di Lubuk Pakam

CEO TelkomGroup Alex J. Sinaga, mengunjungi Rumah Kreatif BUMN (RKB) Telkom Regional 1, di Datel Lubuk Pakam didampingi oleh EVP Telkom Regional 1 Susatyo dan para Senior Leaders TR 1, Jumat (25/11).

photo389700611063525552

Alex J. Sinaga bersama dengan anggota Telkom Lubuk Pakam

Kunjungan ini merupakan kegiatan CEO dalam rangka meninjau progress pembangunan Rumah Kreatif BUMN di Datel Lubuk Pakam. Dari 15 Rumah Kreatif BUMN yang sedang dibangun di Indonesia, Lubuk Pakam telah menduduki posisi progress nomor 2 setelah Labuan Bajo, Flores, dengan presentase kesiapan telah mencapai 99%.

Adapun beberapa UMKM yang ikut serta dalam RKB Lubuk Pakam adalah pengrajin jahitan, pengusaha makanan khas lokal daerah Lubuk Pakam, dan beberapa kerajinan tangan.

15135810_1640877065929802_4729383997959677523_n

Petugas RKB bersama dengan pengrajin Batik

15109430_334563316899267_4376092280872853413_n

(kiri ke kanan) Pelaku UKM, Ibu Lita J Sinaga, Ibu Maimunah, Bapak Sane

15253532_334562486899350_765525417874319775_n

Pelaku UKM

“Rumah Kreatif Lubuk Pakam berperan penting membina UKM supaya menghasilkan produk berkualitas yang dapat dipasarkan secara broadband melalui blanja.com. Sukses buat Datel Lubuk Pakam dalam membina UKM di Rumah Kreatif Lubuk Pakam,” ungkap Alex J. Sinaga pada CEO Message di RKB Lubuk Pakam.

Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan penanaman pohon di halaman Rumah Kreatif BUMN dan kunjungan ke Plasa Telkom Datel Lubuk Pakam di area yang sama.

Pustaka Digital Layak Dioptimalkan Demi Pendidikan Indonesia


JAKARTA – Menteri BUMN Rini Soemarno memiliki harapan yang tinggi terhadap keberadaan fasilitas Pustaka Digital (PaDi) di 34 provinsi di seluruh Indonesia yang dibangun Telkom.

Hal itu ditunjukkan Sang Menteri kala berkunjung ke SD Cilacap pada kegiatan penyerahan bantuan Broadband Learning Center (BLC) di sekolah tersebut, di sela-sela acara Kementrian BUMN Hadir Untuk Negeri pada 9 Desember 2016 di Cilacap.

“Adik2 manfaatkan Pustaka Digital ini untuk memajukan Bangsa!!! Terimakasih Telkom. BUMN Hadir Untuk Negeri. Rini M. Soemarno.” itu adalah testimoni yang ditulisnya usai melakukan kunjungan.

Menteri Rini menilai hadirnya teknologi digital di dunia pendidikan seperti PaDi dapat meningkatkan minat dan daya baca siswa. Tak hanya itu, saat memberikan arahan pada saat peresmian Rumah Kreatif BUMN BRI di Solo 10 Desember 2016 dikatakan bahwa seluruh BUMN bekerjasama di RKB, “Kita membangkitkan UMKM Indonesia di RKB, Pustaka Digital (PaDi) sebagai tempat bacaan digital UMKM di RKB, dan Blanja.com sebagai eCommerce BUMN Indonesia,” katanya.

Asal tahu saja, dalam menggelar layanan PaDi salah satu pihak yang digandeng Telkom adalah Balai Pustaka di platform komersial Qbaca yang merupakan e-book store atau toko buku digital yang di dalamnya terdapat bebagai pustaka dari berbagai penerbit.

Kerjasama ini merupakan salah satu implementasi dari sinergi BUMN dimana Telkom menyediakan e-library bagi buku digital Balai Pustaka serta berperan sebagai delivery channel. Sehingga saat ini masyarakat dapat membaca karya sastra legendaris milik Balai Pustaka secara digital baik di Qbaca maupun di PaDi.

Sementara SVP Synergy and Portfolio Telkom Indonesia Achmad Sugiarto menjelaskan Pustaka Digital atau populer disebut PaDi hingga saat ini sudah terinstal di 1.051 titik di seluruh Indonesia posisi 9 Desember 2016 dan direncanakan menjadi 3 ribu  titik di akhir 2017, dan 5 ribu titik hingga akhir 2018.

“Saat ini PaDi sudah semakin banyak ditemukan di area Telkom Group seperti di Wifi corner, Plasa, GraPari, Dilo, dan juga PaDi mendukung di beberapa tempat seperti Kampung Digital, Pemkot, dsb, kini hadir di perpustakaan Sekolah untuk mendukung Pendidikan Indonesia, dan juga akan hadir mendukung Rumah Kreatif BUMN (RKB) sebagai tempat membaca materi kurikulum UMKM di RKB Telkom,” kata  Pria yang akrab disapa Anto itu.

Ditambahkannya, di tahun 2016 ada 1000 buku telah tersedia dari kerjasama antara BUMN Balai Pustaka, Penerbit-Penerbit, juga instansi yang terkait, seperti buku-buku pendidikan sekolah, dan sebagainya. “Semua ada di dalam PaDi yang dapat dibaca secara gratis di masing-masing lokasi tersebut. Akhir tahun ini juga direncanakan materi kurikulum pembinaan UMKM di RKB Telkom hasil kerjasama sinergi dengan BUMN PNM juga akan ditempatkan di dalam PaDi. Sehingga akan memudahkan UMKM untuk mencari informasi semua tersedia di RKB,” katanya.

(***)

Sumber: www.indotelko.com